8 Orang Tersangka HGB Summarecon, KPK Soroti Layanan Publik ATR/BPN Tertutup
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

KPK menetapkan 8 tersangka kasus suap pembukaan blokir hak guna bangunan (HGB) lahan Summarecon di Bogor. Dari temuan, KPK menilai layanan publik di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN cenderung tertutup, membuka ruang korupsi. Proses mediasi gugatan PTUN antara pemilik tanah, ahli waris, dan Summarecon memicu komunikasi melalui perantara. Erwin, orang kepercayaan Nusron Wahid, diduga menerima uhan Rp 1,5 miliar dari Summarecon dan membagikan Rp 200 juta ke Kepala Kantor Pertanahan Bogor untuk membuka blokir. KPK mendorong transparansi melalui 57 jenis layanan publik di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 17.03
Sebelum Suap Rp1,5 Miliar, KPK Deteksi Pemberian Rp300 Juta dari Summarecon ke ATR/BPN pada Maret 2026
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 10.15
KPK Dalami Keuntungan Summarecon dari Kasus Suap Kementerian ATR/BPN
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 07.28
Daftar Tersangka Kasus HGB Summarecon, Ada 4 Orang Kepercayaan Nusron
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 06.57
Fakta-fakta Kasus Suap HGB Summarecon dan Gratifikasi ATR/BPN
Berita terkait
KPK Pernah Wanti-wanti Potensi Korupsi di ATR/BPN Sebelum OTT HGB Summarecon
Detik.com · 16 September 2026 pukul 18.27
Konstruksi Kasus Suap HGB Summarecon dan Gratifikasi Pejabat ATR/BPN
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 06.10
KPK: Bos Summarecon Setor Rp1,5 M ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 05.56
KPK Usut Peran Korporasi Summarecon di Kasus Suap Pejabat ATR/BPN
Detik.com · 16 September 2026 pukul 00.29