KPK Dalami Keuntungan Summarecon dari Kasus Suap Kementerian ATR/BPN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/9349141/original/030652500_1789474554-0L5A4841.jpg)
KPK menetapkan Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto Pitojo Adhi, sebagai satu dari delapan tersangka kasus suap pembukaan blokir Hak Guna Bangunan (HGB) lahan di Kabupaten Bogor. Adrianto diduga memberikan suap sebesar Rp1,5 miliar kepada pejabat Kementerian ATR/BPN melalui perantara untuk memuluskan pengurusan sertifikat tanah perusahaan.
Saat ini, KPK sedang mendalami apakah korporasi PT Summarecon Agung Tbk turut menerima keuntungan dari praktik suap tersebut. Jika ditemukan bukti aliran dana melalui rekening perusahaan untuk operasional, KPK akan meminta pertanggungjawaban pidana pihak korporasi. Kasus ini menambah catatan buruk Summarecon yang sebelumnya juga terlibat kasus suap IMB Apartemen Royal Kedhaton pada 2023.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 07.28
Daftar Tersangka Kasus HGB Summarecon, Ada 4 Orang Kepercayaan Nusron
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 06.57
Fakta-fakta Kasus Suap HGB Summarecon dan Gratifikasi ATR/BPN
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 06.10
Konstruksi Kasus Suap HGB Summarecon dan Gratifikasi Pejabat ATR/BPN
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 05.56
KPK: Bos Summarecon Setor Rp1,5 M ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
Berita terkait
KPK Usut Peran Korporasi Summarecon di Kasus Suap Pejabat ATR/BPN
Detik.com · 16 September 2026 pukul 00.29
4 Orang Kepercayaannya Jadi Tersangka KPK, Kapan Menteri Nusron Diperiksa?
Detik.com · 15 September 2026 pukul 23.55
Mengenal HGB yang Buat Bos Summarecon dan Pejabat ATR/BPN Kena OTT KPK
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 10.35
KPK Buka Peluang Jerat Summarecon terkait Kasus HGB Kabupaten Bogor
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 07.38