Akademisi Soroti Independensi dan Transparansi Penanganan Perkara Eks Jampidsus
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sejumlah akademisi menyoroti isu independensi institusi, potensi konflik kepentingan, dan transparansi dalam penanganan perkara yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Diskusi publik bertajuk "Eks Jampidsus dan Manuver Politik di Balik Praperadilan: Sejauh Mana Transparansi Kasus Dibuka ke Publik?" digelar Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi di Jakarta Pusat pada Sabtu 15 Agustus. Para akademisi menekankan pentingnya penanganan perkara yang profesional, transparan, dan dapat diawasi publik agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum tetap terjaga.
Taufiqurrohman Syahuri, Guru Besar Hukum dan Kenegaraan UPN Veteran Jakarta, menyampaikan bahwa perkara tersebut telah ditangani secara internal oleh Kejaksaan Agung melalui tim khusus. Ia khawatir lemahnya independensi institusi dapat menurunkan kepercayaan publik. Ia juga menyoroti potensi konflik kepentingan, mengingat lembaga yang bertugas pemberantasan korupsi justru menangani perkara terkait dugaan korupsi. Menurutnya, proses penanganan perlu dibuka secara transparan agar publik dapat mengawasi perkembangannya secara langsung.
Muhammad Reza Syariffudin Zaki dari Universitas Bina Nusantara menyatakan bahwa perkembangan perkara tidak terlepas dari informasi yang disampaikan oleh mantan Jampidsus, yang kemudian mendorong pengusutan lebih luas. Ia mengharapkan kasus ini dapat terungkap secara menyeluruh dan penyidik tetap profesional. Tb. Massa Djafar dari Universitas Nasional menilai relasi antara hukum, politik, dan institusi penegak hukum perlu dipertegas. Ia mendukai pengawasan publik yang luas dan komitmen politik Presiden agar perkara ini tuntas. Ia juga menyebutkan tuntutan seperti pengesahan RUU Perampasan Aset dan penerapan Undang-Undang TPPU sebagai bagian dari upaya penyelesaian kasus.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 11.40
Pengamat Minta Kejaksaan Agung Evaluasi Tim 9
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 19.44
Pengamat Hukum Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 13.30
167 Orang Napi Kasus Korupsi Dapat Remisi di HUT RI, Horeee
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.56
Megawati Bandingkan Hukuman Pencuri Labu dengan Koruptor
Berita terkait
Setara Soroti Manuver Hukum Eks Jampidsus, Minta Substansi Perkara Tak Dialihkan
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 20.40
Pengamat Hukum Minta Perkara Eks Jampidsus Dikawal Publik, Soroti Potensi Intervensi Politik
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 19.30
Jaksa Agung Minta Kajati Beri Perhatian Kasus Terkait Hajat Hidup Masyarakat
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 17.56
Bakal Digugat Febrie di Praperadilan, Kortas Tipidkor Polri Bereaksi Begini
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 20.18