Alasan Kubu Febrie Adriansyah Minta Hakim PN Jaksel Bebaskan dari Penahanan Kejagung
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sidang praperadilan di PN Jaksel pada Rabu (19/8) menjadi arena mantan Jampidsus Febrie Adriansyah mengajukan gugatan terhadap keabsahan Surat Perintah Penahanan (SPIN) Nomor PRIN-43/F/Fd.2/07/2026 tertanggal 24 Juli 2026. Tim kuasa hukumnya, dipimpin Maqdir Ismail, meminta hakim menyatakan SPIN tersebut tidak sah serta memerintahkan pembebasan klien dari Rutan KPK Kelas I Jakarta Timur. Selain itu, kubu Febrie juga membatalkan Surat Penetapan Tersangka (TAP-03/F/Fd.2/07/2026) dan Surat Perintah Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor Print-03/F.2/Fd.2/07/2026, lalu meminta penghentian proses penyidikan berdasarkan kedua surat perintah tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 09.55
Tolak Permohonan Praperadilan Dokter Tifa, Ini Pertimbangan Hakim PN Jaksel
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 21.34
Kejagung Sebut Keterangan Febrie Adriansyah Saat Diperiksa Tak Sesuai Fakta
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 19.50
Praperadilan Febrie Adriansyah, Ahli Sebut Penggeledahan di Sentul Bisa tidak Sah
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 13.06
Praperadilan Febrie, Ahli Sebut Ada Penyalahgunaan Wewenang
Berita terkait
Dua Praperadilannya Ditolak, Febrie Adriansyah Pilih Ikhlas tapi Pengacara Sorot...
Warta Ekonomi · 29 Agustus 2026 pukul 09.05
Prediksinya Terbukti, Mahfud MD Pernah Ungkap 3 Skenario Kasus Febrie Adriansyah
Warta Ekonomi · 29 Agustus 2026 pukul 08.30
Harapan Polri pada Kejagung Usai Hakim Tolak Praperadilan Febrie
CNN Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 02.00
Praperadilan Febrie Adriansyah vs Kejagung Ditolak, Kuasa Hukum Singgung Sarpin Effect
JawaPos · 28 Agustus 2026 pukul 20.15