Habiburokhman soal Prabowo Mau Bentuk Pengadilan Ad Hoc Khusus: Kita Tunggu Saja
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keinginan pembentukan pengadilan ad hoc khusus untuk mengusut dugaan pelanggaran dalam pengelolaan perusahaan BUMN selama 30 tahun terakhir. Dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, Prabowo menyatakan terkejut menemukan 1.074 perusahaan BUMN sejak pembentukan Danantara, jauh melebihi perkiraannya sebelumnya yang hanya 300-400 perusahaan. Ia mengkritik sikap sejumlah BUMN yang tidak bertanggung jawab kepada negara dan bangsa. Sementara itu, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyatakan pihaknya masih menunggu usulan konkret terkait rencana pembentukan pengadilan ad hoc tersebut. Habiburokhman menjelaskan bahwa Pengadilan Tipikor yang sudah ada sebenarnya sudah berbentuk ad hoc, sehingga perlu dikaji lebih lanjut mengenai kebutuhannya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 19.30
Prabowo Usul Pengadilan Ad Hoc BUMN, Dasco: Terlalu Bersemangat
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 19.25
Prabowo Wacanakan Pengadilan Ad Hoc untuk BUMN, Menkum: Belum Dikaji Pemerintah
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 23.35
DPR Kaji Usulan Presiden Prabowo Soal Pembentukan Pengadilan Ad Hoc BUMN
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 19.30
DPR Akan Kaji Usulan Prabowo soal Pengadilan Ad Hoc Khusus BUMN
Berita terkait
KPK Respons Wacana Pengadilan Ad Hoc BUMN yang Diusulkan Prabowo
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 15.08
Wacana Pembentukan Pengadilan Ad Hoc Terkait BUMN, Menkum Sampaikan Klarifikasi
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 19.03
Prabowo Buka Opsi Usut Direksi BUMN 30 Tahun ke Belakang, Ada Apa?
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 15.03
Prabowo Singgung Pengadilan Ad Hoc BUMN, Menkum: Itu hanya Contoh
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 14.56