Kawal Praperadilan Eks Jampidsus, Gerakan Merdeka Desak Hakim PN Jaksel Independen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sidang perdana praperadilan eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (18/8) diwarnai aksi unjuk rasa Gerakan Merdeka Kawal Praperadilan. Sekitar 200 massa menuntut agar hakim bersikap independen dan proses hukum berjalan transparan, profesional, objektif, serta bebas dari tekanan atau intervensi pihak manapun.
Gerakan ini menekankan bahwa mekanisme praperadilan adalah hak hukum yang sah, tetapi tidak boleh dimanfaatkan untuk mengaburkan substansi perkara pokok dugaan tindak pidana. Dalam orasinya, orator Handerden menyatakan bahwa masyarakat berkepentingan untuk memastikan seluruh proses hukum berdasarkan alat bukti yang sah. Koordinator aksi Jeremy menegaskan bahwa aksi tersebut bukan intervensi, melainkan upaya agar hakim diberi kebebasan penuh memutus berdasarkan fakta persidangan.
Massa menyoroti bahwa praperadilan hanya menguji aspek prosedural, sementara substansi tindak pidana harus dibuktikan di pengadilan. Mereka menuntut agar jika ada bukti cukup, kasus harus dilanjutkan tanpa kompromi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 01.20
Ahli Hukum Praperadilan Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi Jilid 4: Prapid Ini Jalan Cari Keadilan
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 12.54
Kuasa Hukum Febrie: Penggeledahan Rumah di Sentul Tak Berdasarkan Izin Pengadilan yang Sah
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 12.16
Empat Ahli Dihadirkan di Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 10.45
Polri Minta PN Jaksel Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah, Dalil Masuk Pokok Perkara
Berita terkait
BEM SI Beri Catatan soal Perkara Febrie Adriansyah
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 12.46
Pengamat Hukum Sebut Upaya Praperadilan Jangan Sampai Jadi Ruang Lobi Politik
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 21.56
Kubu Febrie: Penegakan Hukum Harus Dimulai dari Proses yang Benar
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 16.57
PKL Ciumbuleuit Bandung Protes Penertiban, Tuntut Keadilan
kumparan · 30 September 2026 pukul 15.00