Jakarta · Minggu, 27 September 2026Cari
WargaKonoha

Mary Jane Bebas, Pemerintah Filipina Berikan Pendampingan Penuh

Mantan terpidana mati Mary Jane Veloso yang dibebaskan setelah mendapatkan pengampunan mutlak dari Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. akan mendapatkan pendampingan penuh dari Pemerintah Filipina dalam proses reintegrasinya. Departemen Pekerja Migran Filipina (DMW) memastikan timnya akan bekerja sama dengan keluarga Veloso di Nueva Ecija untuk menyusun program reintegrasi yang mencakup konseling psikososial, modal usaha, pelatihan keterampilan, dan koneksi dengan koperasi serta peluang ekonomi lokal. Tujuannya adalah memastikan kemandirian finansial dan partisipasi aktif Mary Jane dalam masyarakat serta perekonomian setempat.

Mary Jane ditangkap pada 2010 di Yogyakarta dan dihukum mati setahun berikutnya karena ditemukan 2,6 kg heroin di dalam kopernya. Ia konsisten menyatakan tidak bersalah, mengklaim menjadi korban perdagangan manusia yang ditipu untuk mengangkut barang tersebut. Pemerintah Filipina berhasil mendapatkan penundaan eksekusi pada 2015 agar ia dapat memberikan kesaksian, sebelum akhirnya dipulangkan ke Manila pada Desember 2024 untuk menjalani sisa hukumannya di bawah yurisdiksi Filipina.

Setelah pembebasannya, Mary Jane mengungkapkan terima kasih kepada Presiden Marcos dan menyatakan rencananya untuk mempererat hubungan dengan keluarga, beristirahat, dan mengunjungi gereja di kampung halamannya. Ia juga meminta para perekrutnya untuk membersihkan namanya dan mengakui bahwa ia tidak bersalah.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait