Pakar Hukum Pidana Ungkap Kejanggalan pada Dakwaan terhadap Gus Yaqut
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kasus dugaan korupsi terkait pembagian kuota haji tambahan menjerat mantan Menteri Agama Gus Yaqut kembali menarik perhatian setelah dikomentari oleh pakar hukum pidana Dr. Giovanni Christy. Ia menyatakan dakwaan dalam kasus Tipikor Gus Yaqut tidak cukup jelas mengenai perbuatan pidana yang sebenarnya terjadi. Giovanni menekankan bahwa hukum pidana harus didasari perumusan yang jelas tentang perbuatan yang dilarang dan kondisi yang menyebabannya. Ia menyatakan tidak setiap keputusan atau kebijakan yang menimbulkan konsekuensi dapat otomatis diklasifikasikan sebagai tindak pidana. Dalam kasus korupsi keuangan negara, kerugian harus terbukti memiliki hubungan kausal langsung dengan perbuatan yang dilarang oleh undang-undang, bukan sekadar proyeksi akibat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 22.01
Soroti Dakwaan Kasus Kuota Haji, Kuasa Hukum: Tak Ada Bukti Gus Alex dan Gus Yaqut Minta Fee
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 06.30
Terungkap Negara Rugi Rp 622 M saat Yaqut Didakwa Kasus Kuota Haji
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 11.52
Jaksa KPK Beber Daftar Nama yang Diperkaya dari Kasus Kuota Haji
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 11.52
Jaksa KPK Beber Daftar 27 Nama yang Diperkaya dari Kasus Kuota Haji
Berita terkait
Jaksa KPK: Korupsi Kuota Haji Memperkaya Yaqut Rp 4,8 Miliar
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 11.19
Masuki Ruang Sidang Tipikor, Gus Yaqut Disambut Selawat Asyghil
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 10.31
Yaqut Mohon Doa Jelang Sidang Dakwaan: Semua yang Benar akan Kelihatan
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 10.07
Merasa Dikriminalisasi, Kuasa Hukum Gus Yaqut Minta Pengadilan Objektif Uji Perkara
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 19.09