Pedagang dengan Omzet di Bawah Rp500 Juta Bisa Bebas Pungutan PPh Marketplace, Ini Syaratnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mulai 1 Oktober 2026, para pedagang di platform marketplace wajib dipungut PPh Pasal 22 sebesar 0,5 persen dari peredaran bruto bulanan. Kebijakan ini diatur dalam PMK Nomor 37 Tahun 2025 dan bukan pajak baru, melainkan mekanisme pemungutan terhadap kewajiban pajak yang sudah ada. Marketplace yang ditunjuk akan memungut pajak secara langsung saat transaksi berlangsung di platform digital. Pungutan dihitung dari omzet tanpa termasuk PPN dan PPnBM. Pemerintah memberikan kemudahan bagi pelaku usaha kecil dengan membebaskan pedagang yang omzetnya di bawah Rp500 juta per tahun dari pemungutan PPh Pasal 22 oleh marketplace. Dengan demikian, hanya pedagang dengan omzet di atas batas tersebut yang akan dikenakan pemungutan pajak ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 3 Oktober 2026 pukul 10.30
DJP Sebut Pajak Marketplace Berlaku Mulai 1 Oktober 2026
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 09.05
Tokopedia hingga Shopee Mulai Pungut Pajak Pedagang Online
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 06.10
Sah! Shopee-Tokopedia-Lazada-Blibli Mulai Pungut PPh Pedagang Online
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 20.38
Pajak Pedagang Online di Empat Marketplace Mulai Berlaku 1 Oktober
Berita terkait
Bukan per Toko, Begini Cara Hitung Pajak Marketplace Omzet Rp 500 Juta
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 13.15
4 Marketplace yang Ditunjuk Pemerintah Lakukan Pemungutan PPh Pasal 22
JPNN.com · 3 Oktober 2026 pukul 16.04
Pemungutan pajak marketplace mulai berlaku per 1 Oktober 2026
ANTARA News · 1 Oktober 2026 pukul 20.21
Tak Jadi 1 November 2026, Pajak Marketplace Mulai Dipungut Hari Ini
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 18.04