Pengurus Ponpes di Sleman Perkosa Eks Santriwati, Polisi Panggil 8 Saksi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kasus pemerkosaan pengurus Pondok Pesantren Ash-Sholihah di Sleman telah masuk ke tahap penyidikan. Seorang pengurus bernama NH alias GN dilaporkan memperkosa seorang mantan santriwati berusia 21 tahun yang kini hamil. Kejadian pertama terjadi pada akhir Desember 2025 dan kejadian kedua pada Januari 2026, di dalam salah satu ruangan pondok pesantren tersebut. Delapan saksi dimintai keterangan terkait kasus ini, dan polisi sedang melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka. Terduga pelaku diduga berperan sebagai Wakil Ketua Pengurus Harian atau Dewan Harian, sesuai dengan informasi di website resmi pondok pesantren. Korban yang pernah enam tahun belajar di pondok tersebut, termasuk satu tahun mengabdi dan dua tahun bekerja tanpa digaji, diduga menjadi korban karena statusnya yang masih terkait dengan lingkungan pesantren. Kuasa hukum korban, Gusti Rian Saputra, menyampaikan bahwa beberapa saksi dan dokumen resmi mendukung dugaan bahwa pelaku memang berstatus sebagai pengurus di pondok pesantren tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 11 September 2026 pukul 19.21
Kasus Pengajar Ponpes Perkosa Eks Santri di Sleman Naik Penyidikan
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 16.45
Kasus Pemerkosaan di Ponpes Ash-Sholihah Memasuki Tahap Penyidikan
ANTARA News · 12 September 2026 pukul 15.53
Polisi ungkap skema bayaran massa kerusuhan 27 Agustus
JPNN.com · 12 September 2026 pukul 02.50
Cabuli Santriwati Berkali-Kali, Oknum Kiai di Pati Masuk Bui
Berita terkait
Diduga Hamili Santriwati, Pengurus Ponpes di Sleman Dilaporkan kepada Polisi
JPNN.com · 10 September 2026 pukul 19.07
3 Pengeroyok Warga Pejompongan Terungkap dari Analisis Sketsa Wajah-Sidik Jari
Detik.com · 12 September 2026 pukul 13.58
Wakil Kepala SMAN 1 Pamanukan Subang Jadi Tersangka Pencabulan 11 Siswa
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 16.38
Ponpes di Sleman Respons Dugaan Pengurus Perkosa Santri hingga Hamil
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 13.14