Polri Tegaskan Pencegahan Febrie ke Luar Negeri Bukan Penghukuman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318624/original/089072000_1786113401-IMG_3067.jpg)
Polri menegaskan pencegahan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah untuk bepergian ke luar negeri demi kepentingan penyidikan, bukan sebagai penghukuman. Pencegahan ditetapkan pada 11 Juli 2026, sehari setelah Febrie ditetapkan sebagai tersangka pada 10 Juli 2026. Kombes Abrianto Pardede menjelaskan pencegahan berdasarkan Pasal 141 KUHAP dan diambil karena adanya kekhawatiran melarikan diri serta proses penyidikan yang masih berlangsung. Polri membantah tuduhan pencegahan otomatis hanya karena status tersangka. Febrie mengajukan praperadilan untuk membatalkan penetapan tersangka serta menyangkai penggeledahan dan penyitaan barang di rumahnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 15.52
Polri Sebut Pencegahan Febrie Adriansyah Sesuai KUHAP, bukan Kesewenang-wenangan
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 12.04
Kortas Tipikor Tegaskan Pencegahan Febrie Bukan Tindakan Sewenang-wenang
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 12.01
Polri Minta Hakim Tolak Praperadilan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 15.57
Polri: Pencekalan Febrie Adriansyah Demi Kepentingan Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi
Berita terkait
Febrie Adriansyah Ajukan Praperadilan ke-2 Terkait Penyidikan-Status Tersangka
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 15.42
Polri-Kejagung Kompak Minta Hakim Tolak Praperadilan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 15.15
Kubu Febrie Sebut Surat Penyitaan Keluar Lebih Dulu dari Penyidikan
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 15.08
Kubu Febrie Adriansyah Nilai Jawaban Polri Perkuat Permohonan Praperadilan
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 14.45