Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Staf KPK Bocorkan Data hingga Peras Bupati, MAKI: Bukti Kualitas KPK Menurun

Kasus bocornya data KPK oleh staf administrasi yang terlibat pemerasan terhadap Bupati Pemalang mendapat kritik dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, menilai insiden ini menunjukkan penurunan kualitas KPK karena kerahasiaan penyidikan yang seharusnya dijaga ketat kini bocor. Dulu, akses informasi sangat terbatas dan dijaga berlapis, tetapi sekarang dipertanyakan.

Empat orang ditetapkan sebagai tersangka: Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, pihak swasta Mohamad Haris dan Lilik Budi Suprianto, serta staf administrasi KPK Setya Budi Dias Oktavianto. Setya memberikan informasi dari KPK kepada ayahnya, Lilik, yang kemudian menggunakan informasi tersebut untuk memeras Anom. Anom mengumpulkan uang Rp 1,9 miliar, dengan Rp 1,2 miliar di antaranya disetorkan ke Lilik.

Boyamin menjelaskan bahwa kasus ini bisa mengindikasikan adanya kebocoran informasi lain yang lebih luas, dan hanya terungkap karena Bupati Pemalang tertangkap. Ia menekankan perlunya mempertahankan kerahasiaan penyidikan untuk menjaga integritas KPK.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait