BEI Batasi Short Selling, Lima Saham LQ45 Disiapkan untuk Tahap Awal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka transaksi short selling secara terbatas mulai 28 September 2026. Pada fase awal, sekitar lima saham LQ45 dengan likuiditas tinggi akan dipilih sebagai efek yang dapat ditransaksikan. Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menyatakan short selling bukan instrumen baru, melainkan sudah ada peraturan namun ditunda karena pasar belum mendukung. OJK memberikan arahan setelah masa penundaan berakhir pada 15 September 2026. BEI menerapkan secara bertahap untuk mengamati dampak pasar dan memberi kesempatan investor serta Anggota Bursa beradaptasi. Penentuan saham awal mempertimbangkan likuiditas dan free float, dengan fokus pada mitigasi risiko manipulasi pasar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 18 September 2026 pukul 14.49
BEI Ungkap Catatan MSCI Jadi Alasan Berlakukan Short Selling
kumparan · 18 September 2026 pukul 20.00
BEI Sebut Catatan dari MSCI Jadi Alasan Penerapan Kembali Short Selling
ANTARA News · 18 September 2026 pukul 13.25
BEI pilih saham likuid untuk mitigasi manipulasi di short selling
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 16.05
BEI Catat Pertumbuhan Waran Terstruktur, Nilai Transaksi Capai Rp4,18 Triliun
Berita terkait
BEI Tak Buka Short Selling untuk Semua Saham, Likuiditas Jadi Syarat Utama
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 14.01
BEI Aktifkan Lagi Short Selling, Ini Cara Kerjanya
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 11.05
BEI Buka Kembali Transaksi Short Selling Mulai Hari Ini
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 15.20
Short Selling Bursa Mulai Berlaku Hari Ini
Detik.com · 15 September 2026 pukul 09.21