DJP Pungut Pajak Pedagang Online Melalui 4 Marketplace Mulai 1 Oktober 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405147/original/029649300_1762425476-IMG-20251106-WA0004.jpg)
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan mulai memungut PPh Pasal 22 atas penghasilan pedagang online melalui marketplace pada 1 Oktober 2026. Empat marketplace yang ditunjuk adalah Shopee, Tokopedia, Bukalapak, dan Ecart. Pemungutan dilakukan dengan tarif 0,5% dari peredaran bruto omzet, tidak termasuk PPN dan PPnBM. Pedagang yang wajib pajak pribadi dengan omzet sampai Rp 500 juta per tahun tidak wajib dipungut selama menyampaikan surat pernyataan. Kebijakan ini mengatur mekanisme pemungutan atas kewajiban pajak yang sudah ada, sehingga tidak menciptakan pajak baru. DJP hadirkan kemudahan bagi pedagang kecil serta memastikan proses perpajakan lebih sederhana, tertib, dan memberikan kepastian.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 1 Oktober 2026 pukul 20.21
Pemungutan pajak marketplace mulai berlaku per 1 Oktober 2026
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 19.15
Pajak Pedagang Online via Shopee, Tokopedia Dkk Resmi Berlaku Hari Ini
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 17.47
Tok! Pemungutan Pajak Marketplace Resmi Dimulai Hari Ini
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 20.38
Pajak Pedagang Online di Empat Marketplace Mulai Berlaku 1 Oktober
Berita terkait
Pajak Marketplace 0,5 Persen Mulai Berlaku 1 Oktober 2026
JawaPos · 16 September 2026 pukul 22.00
Tanpa Drama Lagi, Marketplace Pungut Pajak Merchant 1 Oktober 2026!
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 19.35
Purbaya Tunda Pajak Toko Online! Begini Sikap Asosiasi E-Commerce
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 17.48
Penjelasan DJP soal Penundaan Pajak Pedagang Online via Marketplace hingga November 2026
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 08.34