Kemenperin Bantah Ada Impor 150 Ribu Ton Gula Kristal Mentah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membantah adanya penambahan kuota atau alokasi Gula Kristal Mentah (GKM) untuk pabrik gula rafinasi pada 2026. Juru bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief menegaskan bahwa kebijakan dan volume pasokan bahan baku industri gula kristal rafinasi pada 2026 tetap mengacu pada Neraca Komoditas yang ditetapkan pada akhir 2025. Pada 2025, realisasi impor GKM untuk diolah menjadi Gula Kristal Rafinasi (GKR) mencapai 99,99%, namun alokasinya justru diturunkan pada 2026 sebagai respons terhadap reformulasi industri terkait pembatasan gula, garam, dan lemak (GGL).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 23 September 2026 pukul 12.01
Kemenperin Tepis Kabar Ada Tambahan Kuota Impor Gula 150 Ribu Ton
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 11.30
Kemenperin Tegaskan Tidak akan Tambah Pasokan Gula Mentah untuk Rafinasi
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.33
Kementerin Bantah Tambahan Impor 150 Ribu Ton Gula Kristal Rafinasi
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 20.49
Panja Gula DPR Kembali Bahas Impor Gula Mentah Lewat BUMN
Berita terkait
Kemenperin Bantah Ada Tambahan Impor 150 Ribu Ton Gula Konsumsi
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.33
Kemenperin Bantah Tambahan Impor 150 Ribu Ton Gula Kristal Rafinasi
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.33
Heboh Impor Raw Sugar 150.000 Ton, Kemenperin Buka Suara
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 14.05
Harga Gula Melonjak 40% Jelang Musim Festival, India Terpaksa Impor 1 Juta Ton
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 03.00