Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Profil Hui Ka Yan, Taipan Properti China yang Divonis Bui Seumur Hidup

Hui Ka Yan, pendiri China Evergrande Group, divonis penjara seumur hidup oleh pengadilan China setelah mengaku bersalah atas delapan dakwaan berat seperti penipuan dan penyuapan. Lahir di Henan dari latar belakang miskin, Hui mendirikan Evergrande pada 1996 dan mengembangkannya menjadi salah satu pengembang properti terbesar di China dengan nilai pasar melebihi US$50 miliar. Ia pernah dinobatkan sebagai orang terkaya di Asia oleh Forbes pada 2017 dengan kekayaan US$45,3 miliar, namun kekayaannya menurun drastis hingga sekitar US$3 miliar pada 2023 akibat krisis perusahaan.

Krisis Evergrande dimulai ketika pemerintah China menerapkan kebijakan "Three Red Lines" pada 2020 untuk membatasi ketergantungan utang pengembang properti. Kebijatan ini menyulitkan Evergrande memenuhi kewajiban utangnya, sehingga perusahaan gagal bayar pada 2021. Pada September 2023, Hui ditahan karena dugaan tindak pidana keuangan. Pengadilan menemukan Evergrande membesar-besarkan pendapatan sebesar 213 miliar yuan pada 2019 dan 350 miliar yuan pada 2020, sementara dana dari calon pembeli rumah diselewengkan ke proyek baru sehingga ratusan proyek mandek.

Pada 20 Agustus 2026, pengadilan Shenzhen menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Hui dan mencabut hak politiknya seumur hidup. Selain itu, seluruh aset pribadinya disita, Evergrande didenda 8,82 miliar yuan, dan Hengda Real Estate didenda 7 miliar yuan. Beberapa eksekutif lain divonis 6-18 tahun penjara. Kasus ini menjadi simbol akhir dari kerajaan bisnis Hui yang pernah meluas hingga sektor otomotif dan sepak bola, sekaligus mencerminkan dampak regulasi ketat terhadap industri properti China.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait